Jumat, 14 Maret 2008

to fix me..

kalo aku.......



Kalau aku sudah berusaha,
Maka aku boleh sedikit mengeluh
kalau ada yang tak seperti harapan

Kalau sudah berusaha,
Aku boleh sekedar tidak sabaran
akan hasil yang tidak maksimal

Kalau aku telah berusaha keras,
Bolehlah aku protes
atas apa yang kurang layak kudapatkan

Seandainya aku mau berusaha
Pantaslah aku punya alasan untuk menyesali
sesuatu yang lebih baik yang
seharusnya dapat kuraih...
Seandainya aku telah...,sudah...
berusaha sangat-sangat
keras...terus-menerus...
lagi dan lagi..dan lagi...dan lagi...lagi...

Barulah aku boleh memaki dunia
Kalau belum, aku bukannya tidak bisa,
hanya saja tidak mau!

renungan dari pemakaman....

Hasrat Untuk Berubah

Kala aku muda dan bebas berkhayal,
aku ingin mengubah Dunia.
Sejalan dengan bertambah usia dan kearifanku,
Kudapati duni tak kunjung berubah.

Maka cita-cita itu pun kupersempit,
dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku,
namun itu pun tampaknya tiada hasil.

Ketika usiaku semakin senja,
dengan upaya terakhir penuh putus asa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku semata,
orang-orang terdekat denganku.
Tapi malangnya, mereka pun tak mau diubah.

Dan kini, saat terbaring menanti ajal,
tiba-tiba kusadari:

Andai yang pertama kuubah diriku sendiri
dengan menjadikan diriku teladan
mungkin aku dapat mengubah keluarga.

Lalu berkat ilham dan dorongan mereka
aku pun mampu memberbaiki negeriku.
Dan siapa tahu, bahkan akupun dapat mengubah dunia.

Ditulis dan dicatat ulang Oleh:
Om Hana Jumhana dari buah Karya
seorang Bishop Anglikan,
pada tahun 1100 Masehi, tertulis di ruang
pemakaman Wesminster Abbey)

Kamis, 13 Maret 2008

bagian tubuh yang paling berarti

Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering
berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas,"Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

lagee beteee...

Selasa, 11 Maret 2008

kopi dan hidup kita



hidup bagaikan secangkir kopi.. kalo lagi jatuh cinta seperti cappucino.. manis,
menyegarkan membuat mata terbuka lebar dan perasaan tenang..
buihnya bagaikan rangkaian kata cinta yang terangkai mesra dari si dia,
sementara manisnya seperti senyuman sang pujangga yang tengah berandai meramu cerita, garnish nya seperti bola mata kekasih yang menatap penuh cinta dan asa..


kalo lagi pedekate seperti latte.. unpredictable..
karena rasa cinta diramu sang pencipta..
terkadang terlalu pahit seperti
ketika kita harus menebak apa yang tengah dipikirkannya
dan bertanya2 dalam hati apakah sudah ada yang punya
ato kemanakah dia menghabiskan malam minggunya..
terkadang terlalu manis seperti
ketika akhirnya mata kita bisa bertatapan dengan matanya
ato ketika secara tidak sengaja berada dalam satu lift
ato satu ruangan dengan dia dan ternyata berhasil curi2 pandang.. hmmh..
but overall all mixture of latte are coming with 1 result.. unpredictable..
seperti latte..
pedekate suka bikin bete dan gak jarang bikin desperate,
tapi.. begitu nggak akan ada kata kapok untuk latte maupun pedekate..


Macchiato.. hmmh..minuman yang cocok untuk orang-orang yang gak mau ambil resiko..
gak akan pahit karena pasti di mix dengan coklat dan not too sweet too..
steady relationship.. awal2 pacaran masih asyik2nya.. seperti macchiato ini..
manisnya masih berasa,
pahitnya belum keliatan sampe kita akhirnya menyentuh dasar gelas
dimana terkadang sang kopi masih suka nangkring disana
jika barista ngemixnya tidak terlalu ngeblend..


Kalo pacaran dah lama seperti minum kopi tubruk..
blend dari pahit dan manis memang menimbulkan sensasi sendiri,
sisa-sisa biji kopi yang berkumpul di pinggir gelas
seperti kerikil2 kenangan penuh perjuangan
untuk at least menyetarakan dua perbedaan
yang berusaha untuk bersama..
rasa manisnya seperti ciuman pertama yang segar
dan rasa pahitnya seperti pertengakaran yang muncul karena selisih paham..


Tapi anak muda sekarang dah jarang minum kopi tubruk..
gak gaul katanya karena dah banyak kopi instant
yang di buat ekstra praktis untuk sekali minum..
makanya gak heran sekarang banyak TTM.
instant, praktis, gampang dan gak usah pake perasaan..
gak butuh tinggal buang bungkusnya..


Kopi pahit.. patah hati..
saat kita ternyata tersadar bahwa rasa kopi memang pahit..
pahit sepahit kecewa yang melanda,
keras sekeras usaha menahan tangis yang terbenam dalam bantal di malam-malam pertama tanpa pasangan..
tapi coba ketika kopi pahit itu telah melewati kerongkongan..
rasakan sensasinya, nikmatnya dan efeknya..
seperti reincarnation.. u'll feel reborn..
rasakan ketika kopi mengalir dalam pembuluh darah
dan mulai mengeluarkan efek kafeinnya di dalam urat dan nadi kta..
it means that new days has come..
saatnya hunting dan mencari kembali pasangan jiwa
yang hilang dan terbenam entah dimana.. saatnya mencari tulang rusuk yang tercuri dan hidup kembali menikmati dunia..
tandaskan kopi pahit anda dan segeralah pesan latte!


hidup adalah perjuangan
untuk merubah latte itu menjadi macchiato
dan terus bertahan meneguk kopi pahit
dan menikmati cappuccino tanpa perlu takut patah hati dan jatuh ..

jadi kangen ma bunda....


Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Dia bertanya kepada Tuhan:
"Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?" Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
"Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia."
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia."
"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang
berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara." "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?" "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa." "Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?" "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mungkin akan mengancam jiwanya." "Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."
"Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu." Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
"Kamu akan memanggil malaikatmu, "IBU"

emm...kalo baca kisah ini, jadi inget sama sosok bunda yang lebih sering terlupakan saat rutinitas kerja yang membosankan, harus bikin laporan bulanan, konsultasi dengan bejibun masalah yang di bawa oleh klien. dyuh.. inget saat kecil seperti apa manjanya aku ke bunda dan segala kesabaran bunda dengan kenakalan2 yang aku lakukan, jadi pengen pulang ke rumah bunda dan tidur dalam pelukan hangatnya dan mengisi perutku dengan segala masakan racikannya, emmm...liburnya kok masih lama yah...