Tampilkan postingan dengan label dari milis sebelah... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari milis sebelah... Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2008

luv is.....


Untuk temanku yang masih sendiri.
Cinta itu seperti kupu-kupu, semakin dikejar, semakin
jauh. Tapi, jika kamu membiarkannya terbang, dia akan
datang dengan sendirinya. Cinta dapat membuatmu bahagia,
tapi cinta juga sering menyakitkan. Tapi cinta akan
menjadi special ketika kamu memberikannya pada orang yang
pantas mendapatkannya. Jadi, santai saja dan pilih yang
terbaik.
 
Untuk temanku yang masih menunggu kepastian.
Cinta bukanlah menjadi orang lain yang sempurna. Cinta
adalah menemukan seseorang yang menuntunmu menjadi yang
terbaik.
 
Untuk  temanku yang suka mempermainkan cinta.
Jangan pernah katakan "Aku cinta kamu" jika kamu tak
peduli.
Jangan pernah bicara soal perasaan jika perasaan itu tak
ada.
Jangan pernah menyentuh hati seseorang jika kamu hanya
menyakitinya.
Jangan pernah melihat matanya jika semua yang lakukan
adalah bohong.
Hal yang paling jahat yang bisa laki-laki lakukan pada
perempuan adalah membiarkannya jatuh, tetapi laki-laki
tidak benar-benar ingin menangkapnya. Dan itu terjadi pada
keduanya.
 
Untuk temanku yang telah menikah.
Cinta bukanlah soal "Ini salahmu", tetapi "Aku minta
maaf". Bukan "Dimana kau", tetapi "Aku disini". Bukan
"Bagaimana ini bisa terjadi", tetapi "Aku mengerti". Bukan
juga "Andai kau ada disini", tetapi "Syukurlah kau ada".
 
Untuk temanku yang bertunangan.
Kecocokan bukan diukur dari berapa lama berhubungan. 
Tapi seberapa kalian mengerti satu sama lain.
 
Untuk temanku yang patah hati.
Patah hati itu tergantung padamu. Patah hati akan
dirasakan selama kamu memang mau, dan dalam sedalam kamu
membiarkannya. Tantangannya, adalah bukan bertahan atas
patah hati, tapi bagaimana bisa belajar darinya.
 
Untuk temanku yang naif.
Cara untuk jatuh cinta adalah, jatuhlah tapi jangan
terjun. Konsisten tapi jangan persisten. Berbagilah dan
adillah. Mengertilah dan jangan coba meminta. Sakitlah,
tapi jangan pernah menahan rasa sakit itu.
 
Untuk temanku yang posesif.
Akan sangat sakit melihat orang yang kita cintai bahagia
bersama orang lain.Tapi akan lebih menyakitkan lagi
ketika tahu bahwa orang yang kamu cintai tidak bahagia
bersamamu.
 
Untuk temanku yang takut mengakui.
Cinta menyakitkan jika kamu memutuskan cinta. cinta lebih
menyakitkan jika seseoarang memutuskanmu. Tapi cinta
paling menyakitkan ketika orang yang kamu cintai tidak
tahu perasaanmu.
 
Untuk temanku yang masih bertahan.
Hal yang menyedihkan tentang hidup adalah ketika kamu
bertemu seseorang, dan kamu jatuh cinta kepadanya, tapi
pada akhirnya, cinta itu tidak benar-benar ada. Dan kamu
telah menyia-nyiakan waktumu bersama orang yang tidak
pantas mendapatkan cintamu. Jika dia tidak pantas, dia
juga tidak akan pantas mendapatkannya setahun, atau bahkan
sepuluh tahun dari sekarang. Jadi, lepaskanlah dia...

Selasa, 18 Maret 2008

pagi selalu menyapamu...

memejamkan mata, menarik nafas dalam dan melepaskan pelan.
frame-frame bayangan muncul kembali. janji sesering mungkin menelpon ibu, janji membelikan sepotong baju untuk ibuku, janji untuk mulai melangkahkan rangkaian hidup lebih baik,
janji dan janji-janji lain yang tak pernah kutepati.
entah berapa janji yang telah kubuat dalam hatiku. sepuluh atau duapuluh …
pasti lebih … ah ternyata ...
di atas rumput terlentang melihat atap.
titik-titik putih terang memancarkan cahaya
di kejauhan seperti menempel pada lembaran warna hitam yang luas.
hatiku apa kamu menanti ada titik yang bergerak lewat,
sehingga bisa mengucapkan harapan untuk dikabulkan.
api disebelahku bergerak menari-nari.
asap putih dari api unggun membumbung meliuk mengikuti arah angin menuju. hatiku menarilah seperti gerakan api itu,
meliuklah bergerak berkendara asap,
melayang terbang bersama angin ke langit menuju bintang meski malam tidak ditemani rembulan.
kilasan selama setahun hatiku melewati bersama malam.
sayup-sayup suara gemericik air sungai mengobati.
irama dan pola suara jangkrik mengiringi.
dendang lagu-lagu dilantunkan sobatku dengan petikan lembut jari-jarinya pada gitar menemani. hatiku tenanglah, letakkanlah sejenak gelas yang kamu pegangi …
hanya sejenak untuk meluangkan waktu mendengarkan paduan suara alam itu.
detik-detik malam terlewati dengan detail. suara malam berlahan lirih,
sampai pada satu titik terasa hening. hanya suara gema di lorong gua, di dasar lembah hati. waktu seperti terhenti sejenak.
apakah ini tanda bergantinya malam menuju pagi sebagai tanda bergulirnya waktu.
setelah itu warna langit mulai berubah. hitam mulai beranjak pergi ke arah barat.
dari ujung timur polesan sedikit warna putih dan biru mulai muncul pelan.
sedikit titik putih masih menggantung di langit terlihat cahayanya yang mulai meredup.
menanti sapaan mentari di pagi hari. hatiku tengoklah sebentar lagi fajar menyapa.
garis putih pada lekukan bukit, di situ mentari akan merekah.
bergegas beranjak dari alas rumput menuju puncak bukit menyambut arakan fajar.
berjalan pelan menyisir sungai.
burung berkicau saling bersautan dengan geraknya aliran sungai.
mendaki menuju satu pohon yang ada di atas bukit.
lirih nafas sejalan setiap jengkal kaki.
Alang-alang tergoyang searah dengan desiran angin pagi.
hatiku bergegaslah sambut pelukan mentari diawal tahun.
hatiku sambutlah sapa sang mentari.
ayolah hatiku, bangkitlah lantangkan suaramu
ikutlah bersenandung bersama mereka,
alam pagi yang ikhlas menemani.
bergegaslah songsong pelukan hangat mentari.
bangunlah hatiku, bersama iringan fajar menapaki kehidupan.
lihatlah hatiku indahnya karya tuhan seperti lukisan yang tak berbingkai itu.
hatiku menyatulah bersama mereka iringan sang fajar.

Kamis, 13 Maret 2008

bagian tubuh yang paling berarti

Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering
berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas,"Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.