Selasa, 11 Maret 2008

kopi dan hidup kita



hidup bagaikan secangkir kopi.. kalo lagi jatuh cinta seperti cappucino.. manis,
menyegarkan membuat mata terbuka lebar dan perasaan tenang..
buihnya bagaikan rangkaian kata cinta yang terangkai mesra dari si dia,
sementara manisnya seperti senyuman sang pujangga yang tengah berandai meramu cerita, garnish nya seperti bola mata kekasih yang menatap penuh cinta dan asa..


kalo lagi pedekate seperti latte.. unpredictable..
karena rasa cinta diramu sang pencipta..
terkadang terlalu pahit seperti
ketika kita harus menebak apa yang tengah dipikirkannya
dan bertanya2 dalam hati apakah sudah ada yang punya
ato kemanakah dia menghabiskan malam minggunya..
terkadang terlalu manis seperti
ketika akhirnya mata kita bisa bertatapan dengan matanya
ato ketika secara tidak sengaja berada dalam satu lift
ato satu ruangan dengan dia dan ternyata berhasil curi2 pandang.. hmmh..
but overall all mixture of latte are coming with 1 result.. unpredictable..
seperti latte..
pedekate suka bikin bete dan gak jarang bikin desperate,
tapi.. begitu nggak akan ada kata kapok untuk latte maupun pedekate..


Macchiato.. hmmh..minuman yang cocok untuk orang-orang yang gak mau ambil resiko..
gak akan pahit karena pasti di mix dengan coklat dan not too sweet too..
steady relationship.. awal2 pacaran masih asyik2nya.. seperti macchiato ini..
manisnya masih berasa,
pahitnya belum keliatan sampe kita akhirnya menyentuh dasar gelas
dimana terkadang sang kopi masih suka nangkring disana
jika barista ngemixnya tidak terlalu ngeblend..


Kalo pacaran dah lama seperti minum kopi tubruk..
blend dari pahit dan manis memang menimbulkan sensasi sendiri,
sisa-sisa biji kopi yang berkumpul di pinggir gelas
seperti kerikil2 kenangan penuh perjuangan
untuk at least menyetarakan dua perbedaan
yang berusaha untuk bersama..
rasa manisnya seperti ciuman pertama yang segar
dan rasa pahitnya seperti pertengakaran yang muncul karena selisih paham..


Tapi anak muda sekarang dah jarang minum kopi tubruk..
gak gaul katanya karena dah banyak kopi instant
yang di buat ekstra praktis untuk sekali minum..
makanya gak heran sekarang banyak TTM.
instant, praktis, gampang dan gak usah pake perasaan..
gak butuh tinggal buang bungkusnya..


Kopi pahit.. patah hati..
saat kita ternyata tersadar bahwa rasa kopi memang pahit..
pahit sepahit kecewa yang melanda,
keras sekeras usaha menahan tangis yang terbenam dalam bantal di malam-malam pertama tanpa pasangan..
tapi coba ketika kopi pahit itu telah melewati kerongkongan..
rasakan sensasinya, nikmatnya dan efeknya..
seperti reincarnation.. u'll feel reborn..
rasakan ketika kopi mengalir dalam pembuluh darah
dan mulai mengeluarkan efek kafeinnya di dalam urat dan nadi kta..
it means that new days has come..
saatnya hunting dan mencari kembali pasangan jiwa
yang hilang dan terbenam entah dimana.. saatnya mencari tulang rusuk yang tercuri dan hidup kembali menikmati dunia..
tandaskan kopi pahit anda dan segeralah pesan latte!


hidup adalah perjuangan
untuk merubah latte itu menjadi macchiato
dan terus bertahan meneguk kopi pahit
dan menikmati cappuccino tanpa perlu takut patah hati dan jatuh ..

jadi kangen ma bunda....


Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Dia bertanya kepada Tuhan:
"Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?" Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
"Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia."
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia."
"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang
berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara." "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?" "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa." "Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?" "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mungkin akan mengancam jiwanya." "Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."
"Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu." Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
"Kamu akan memanggil malaikatmu, "IBU"

emm...kalo baca kisah ini, jadi inget sama sosok bunda yang lebih sering terlupakan saat rutinitas kerja yang membosankan, harus bikin laporan bulanan, konsultasi dengan bejibun masalah yang di bawa oleh klien. dyuh.. inget saat kecil seperti apa manjanya aku ke bunda dan segala kesabaran bunda dengan kenakalan2 yang aku lakukan, jadi pengen pulang ke rumah bunda dan tidur dalam pelukan hangatnya dan mengisi perutku dengan segala masakan racikannya, emmm...liburnya kok masih lama yah...

Senin, 10 Maret 2008

melihat lebih dalam..



          Cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan:
                       sebuah DECISION,
                    dan bukan cuma PERASAAN..!
 
                     jika ia sebuah cinta.....
                         ia tidak mendengar...
                     namun senantiasa bergetar....
 
                       jika ia sebuah cinta.....
                            ia tidak buta..
                 namun senantiasa melihat dan merasa..
 
                        jika ia sebuah cinta.....
                           ia tidak menyiksa..
                       namun senantiasa menguji..
 
                        jika ia sebuah cinta.....
                           ia tidak memaksa..
                       namun senantiasa berusaha..
 
                       jika ia sebuah cinta.....
                           ia tidak cantik..
                        namun senantiasa menarik..
 
                       jika ia sebuah cinta.....
                    ia tidak datang dengan kata-kata..
                  namun senantiasa menghampiri dengan
                                  hati..
 
                        jika ia sebuah cinta.....
                     ia tidak terucap dengan kata..
                   namun senantiasa hadir dengan sinar
                                 mata..
 
                     jika ia sebuah cinta.....
                     ia tidak hanya berjanji..
                    namun senantiasa mencoba
                            menenangi..
 
                        jika ia sebuah cinta.....
                       ia mungkin tidak suci..
                     namun senantiasa tulus..
 
                           jika ia sebuah cinta.....
                      ia tidak hadir karena permintaan..
                        namun hadir karena kesadaran...
 
                         jika ia sebuah cinta.....
                    ia tidak hadir dengan kekayaan dan
                              kebendaan...
                    namun hadir karena pengorbanan dan
                              kesetiaan..
 
       

arti sahabat


Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mendapat imbangan.

Dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi,

Dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih.

Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu,

Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu.


Karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan

Dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian.

Bila dia bicara, menyatakan fikirannya,

Kau tiada menakuti bisikan tidak’ di kalbumu sendiri,

Pun kau tiada takut melahirkan kata ya’

Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara,

Hatimu tiada kan henti, mencoba menangkap bahasa hatinya.


Karena dalam rangkuman persahabatan, tanpa kata,

Segala fikiran, harapan dan keinginan,

Dicetuskan bersama dan didukung bersama,

Dengan sukacita yang utuh, pun tiada disimpan.

Di saat berpisah dengan teman, kau tiada kan berduka cita;


Sebab apa yang paling kau kasihi darinya,

Amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan.

Sebagaimana sebuah gunung, nampak lebih agung,

Dari tanah ngarai daratan.

Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan,

Kecuali saling memperkaya kejiwaan.


Sebab kasih yang masih mengadung pamrih,

Di luar misterinya sendiri,

Bukanlah kasih, namun jaring yang ditebarkan,

Hanya akan menangkap yang tiada diharapkan.

Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan;


Jika dia harus tahu musim surutmu,

Biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Sebab, siapakah sahabat itu, hingga kau hanya mendekatinya

Untuk bersama sekedar akan membunuh waktu?

Carilah ia, untuk bersama: menghidupkan sang waktu!

Sebab dialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu,

Bukannya untuk mengisi keisenganmu.


Dan dalam kemanisan persahabatan,

Biarkanlah ada tawa-ria kegirangan,

Berbagi duka dan kesenangan,

Sebab dari titik-titik kecil embun pagi,

Hati manusia menghirup fajar hari,

Dan menemukan gairah segar kehidupan.

Rabu, 05 Maret 2008

sedikit bijak menyikapi rasa cinta...



Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik,
Itu bukan pilihan, itu kesempatan.Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan,Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi
Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain
Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk
belajar mencintai orang yang tidak sempurna
dengan cara yang sempurna

Selasa, 04 Maret 2008

kapan kawin....? *#$^#@!@@#^&*

Baru-baru ini aku mendapat undangan pernikahan dari seorang teman. Turut berbahagia membaca undangan yang menyiratkan rasa syukur dan bahagia dari temanku itu. Barokallahu lak, wa baroka 'alaik, wa jama'a baynakumaa fil khoir...

Jodoh oh jodoh... benar -benar rahasia Allah yang tidak terduga. Ada orang yang sudah bertahun-tahun pacaran, tapi tak kunjung menikah, akhirnya malah menikah dengan orang yang baru beberapa hari ditemui. Atau beberapa teman kantor yang bertemu dengan jodohnya lewat friendster, chatt,halaaaah!!!!....copy darat eh ujug-ujug nyebar undangan..
Ada juga seorang teman yang sudah berpacaran tahunan saling sayang saling cinta eh menginjak tahun ke 7 putus dan malah berjodoh dengan orang yang baru dikenalnya. Patah hati? mungkin sedikit, tapi life must go on... ada cita-cita yang lebih besar, yang perlu perhatian besar, dari pada berlama-lama menata hati yang hancur. Bagi saya, inilah bingkai keimanan yang selalu positif dalam merespon takdir Allah, seberapa pun menyakitkannya takdir itu...

Setiap ketemu temen lama atau saudara dekat maupun jauh pasti pertanyaan yang bikin ngilu cuman satu "hayo kapan nih undangannya di sebar".... uuuughhh...mules kayanya ngedengernya, dan biasanya cuman di jawab Insya Allah kl ga tahun ini ya tahun depan, hihihii....padahal jujur aja masih bingung, tapi setidaknya jika di ucapkan berkali2 itu bisa jd doa kan. amien....

btw....jodoh itu apa sih...? apa orang yang menikah itu bisa dikatakan jodoh trus yg menikah lalu bercerai apa itu jd di bilang bukan jodohnya.....ah cape deh, ribet masalahin hal seperti itu, aku juga bukan orang yang terlalu mempermasalahkan hal-hal seperti itu, tokh Allah menciptakan manusia itu berpasangan wanita dan pria, diciptakan berpasangan untuk saling mengisi segala kekurangan dan mensyukuri semu kelebihan dan aku percaya bahwa janji Allah adalah benar dan ga terlalu takut kenapa sampai sekarang masih juga belum menikah, karena aku yakin pasti Allah menyediakan satu orang pria yang tepat untuk aku tentunya, janji Allah adalah benar dan kita wajib mempercayainya.

soal hidup, mati, rejeki dan jodoh itu sudah ada suratan takdirnya.Ya... itulah. Sulit kalau membicarakan topik yang satu ini. Karena ini merupakan satu dari rahasia Allah yang sangat banyak jumlahnya di dunia ini.

sering banget kalo kita ketemu wanita atau pria yang sudah cukup umur timbul pikiran 'kenapa belum menikah juga..?' 'apa karena milih milih....' ya sudah pastilah ga mungkin kan maen asal comot ajah kaya beli kacang di pinggir jalan,..suatu kewajaran jika ada pemilihan diantara beberapa...apa karena ga ada usahanya,.....ga juga kali ya.... usaha dilakukan dari berkenalan dengan orang yang ganteng, jelek, tinggi, pendek, pintar, kurang pintar sampe orang yg kaya maupun yang miskin, wuiiihh.....cape banget rasanya .... dan masih juga belum nemuin chemistry atau apalah itu... kadang sempet berpikir apa ga normal ya kok susah suka sama cowo sih, tp akhirnya malah bersyukur karena ga mudah jatuh cinta berarti kan bisa setia nantinya....hihihihi.... atau mungin karena pernah merasakan sakit, sedih atau perasaan abstrak yg meyakitkan ketika masa yg lampau, mungkin juga bisa jadi.... tapi bukan juga kok, buktinya aku juga bisa jatuh cinta kok sekalipun pernah 'stuck' di masa lalu. tapi aku ga tau akankah dia yang menjadi jodohku
Rasullulah mengatakan ada 4 hal didalam memilih pasangan hidup pilihlah karena Harta, Jabatan Kecantikan Atau Agama, maka alangkah baiknya memilih karena agamanya....mmmmh...dien....
dien....gimana caranya memilih seseorang karena dien nya, ukuran agama seseorang diukur lewat apa, apa karena sholatnya, ibadahnya amalnya atau apa.....ah jadi bingung karena aku bukan ahli agama, bukan ahli tafsir atau sejenisnya....mmmmh.... berpikir sejenak dan aha!!!..... aku mengerti sekarang cukuplah Ridha Allah, ya cukuplah Ridha Allah untuk dia yang akan menjadi pendampingku, cukuplah jika Allah meridhainya untuk mendampingiku dan berjuang untuk melengkapi separuh dari agama ku...cukuplah Ridha Engkau ya Allah..

"Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah,maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Tak henti-hentinya aku berdoa di setiap sholatku untuknya, ya..untuk dia...agar dipermudah jalannya untuk dekat kepadaku, agar rasa kasih yang tumbuh ini dikarenakan Allah semata, agar dia dimasukkan dalam golongan orang yang sholeh, dan tak lupa aku menambahkan dibelakangnya dan jadikan aku istri yang sholeh ya Allah..... dan tumbuhkan lah rasa sayang ini untuknya, perlahan tapi pasti Insya Allah Engkau pasti akan memberikan jalan kemudahan untuk teman seperjuangan ku kelak, siapapun dia dan dimana dia sekarang...dan saya berjanji untuk menunggu dia disini.....dan mengosongkan hati ini hanya untuknya....ya ...hanya untukknya......Ridhailah kami Ya Allah....

Robbanaa hablanaa min azwaajina wa zurriyyatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa..

(Ya Allah, berikanlah pasangan dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)

sejenak merenung.......

Kisah Orang Tua Bijak

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil.
Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya
karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja
menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum
pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda
jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak :
"Kuda ini bukan kuda bagi saya", katanya : "Ia adalah
seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual
seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana
kita dapat menjual seorang sahabat ?" Orang itu miskin
dan godaan besar. Tetapi ia tidak menjual kuda itu.

Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di
kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua
bodoh", mereka mengejek dia : "Sudah kami katakan
bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan
bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin... Mana
mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu
berharga ? Sebaiknya anda menjualnya. Anda boleh
minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan
dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda
dikutuk oleh kemalangan".

Orang tua itu menjawab : "Jangan bicara terlalu cepat.
Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di
kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah
penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana
Anda dapat ketahui itu ? Bagaimana Anda dapat
menghakimi ?". Orang-orang desa itu protes : "Jangan
menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami
bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di
perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah
kutukan".

Orang tua itu berbicara lagi : "Yang saya tahu
hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi.
Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau
berkat, saya tidak dapat katakan.Yang dapat kita lihat
hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan
terjadi nanti ?"
Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu
gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol;
kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari
uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang
potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar
dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang
ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak
lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah
membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.
Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di
curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali,
ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya.
Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang
potong kayu itu dan mengatakan : "Orang tua, kamu
benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan
sebenarnya berkat. Maafkan kami".

Jawab orang itu : "Sekali lagi kalian bertindak
gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik.
Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia,
tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini
adalah berkat ? Anda hanya melihat sepotong saja.
Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita,
bagaimana anda dapat menilai ? Kalian hanya membaca
satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai
seluruh buku ? Kalian hanya membaca satu kata dari
sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh
ungkapan ? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai
seluruh hidup berdasar! kan satu halaman atau satu
kata.Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan
itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah
puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu
karena apa yang saya tidak tahu".

"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu
kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak
berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia
salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda
liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit,
binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian
dijual untuk banyak uang.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak
muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah
beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan
kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul
sekitar orang tua itu dan menilai. "Kamu benar", kata
mereka : "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar.
Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan.
Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang
dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk
membantumu... Sekarang kamu lebih miskin lagi. Orang
tua itu berbicara lagi : "Ya, kalian kesetanan dengan
pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan.
Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu
itu berkat atau kutukan ? Tidak ada yang tahu. Kita
hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang
sepotong-sepotong".Maka terjadilah dua minggu kemudian
negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua
anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya
anak si orang tua tidak diminta karena ia
terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua
itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak
mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali
kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan
perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan
melihat anak-anak mereka kembali. "Kamu benar, orang
tua", mereka menangis : "Tuhan tahu, kamu benar. Ini
buktinya. Kecelakaan anakmu
merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak
ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk
selama-lamanya".

Orang tua itu berbicara lagi : "Tidak mungkin untuk
berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik
kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini :
anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya
tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau
kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk
mengetahui. Hanya Allah yang tahu".

Moral cerita :
Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari
seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelakaan dan kengerian
hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku
besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan.
Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai
kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.