Baru-baru ini aku mendapat undangan pernikahan dari seorang teman. Turut berbahagia membaca undangan yang menyiratkan rasa syukur dan bahagia dari temanku itu. Barokallahu lak, wa baroka 'alaik, wa jama'a baynakumaa fil khoir...
Jodoh oh jodoh... benar -benar rahasia Allah yang tidak terduga. Ada orang yang sudah bertahun-tahun pacaran, tapi tak kunjung menikah, akhirnya malah menikah dengan orang yang baru beberapa hari ditemui. Atau beberapa teman kantor yang bertemu dengan jodohnya lewat friendster, chatt,halaaaah!!!!....copy darat eh ujug-ujug nyebar undangan..
Ada juga seorang teman yang sudah berpacaran tahunan saling sayang saling cinta eh menginjak tahun ke 7 putus dan malah berjodoh dengan orang yang baru dikenalnya. Patah hati? mungkin sedikit, tapi life must go on... ada cita-cita yang lebih besar, yang perlu perhatian besar, dari pada berlama-lama menata hati yang hancur. Bagi saya, inilah bingkai keimanan yang selalu positif dalam merespon takdir Allah, seberapa pun menyakitkannya takdir itu...
Setiap ketemu temen lama atau saudara dekat maupun jauh pasti pertanyaan yang bikin ngilu cuman satu "hayo kapan nih undangannya di sebar".... uuuughhh...mules kayanya ngedengernya, dan biasanya cuman di jawab Insya Allah kl ga tahun ini ya tahun depan, hihihii....padahal jujur aja masih bingung, tapi setidaknya jika di ucapkan berkali2 itu bisa jd doa kan. amien....
btw....jodoh itu apa sih...? apa orang yang menikah itu bisa dikatakan jodoh trus yg menikah lalu bercerai apa itu jd di bilang bukan jodohnya.....ah cape deh, ribet masalahin hal seperti itu, aku juga bukan orang yang terlalu mempermasalahkan hal-hal seperti itu, tokh Allah menciptakan manusia itu berpasangan wanita dan pria, diciptakan berpasangan untuk saling mengisi segala kekurangan dan mensyukuri semu kelebihan dan aku percaya bahwa janji Allah adalah benar dan ga terlalu takut kenapa sampai sekarang masih juga belum menikah, karena aku yakin pasti Allah menyediakan satu orang pria yang tepat untuk aku tentunya, janji Allah adalah benar dan kita wajib mempercayainya.
soal hidup, mati, rejeki dan jodoh itu sudah ada suratan takdirnya.Ya... itulah. Sulit kalau membicarakan topik yang satu ini. Karena ini merupakan satu dari rahasia Allah yang sangat banyak jumlahnya di dunia ini.
sering banget kalo kita ketemu wanita atau pria yang sudah cukup umur timbul pikiran 'kenapa belum menikah juga..?' 'apa karena milih milih....' ya sudah pastilah ga mungkin kan maen asal comot ajah kaya beli kacang di pinggir jalan,..suatu kewajaran jika ada pemilihan diantara beberapa...apa karena ga ada usahanya,.....ga juga kali ya.... usaha dilakukan dari berkenalan dengan orang yang ganteng, jelek, tinggi, pendek, pintar, kurang pintar sampe orang yg kaya maupun yang miskin, wuiiihh.....cape banget rasanya .... dan masih juga belum nemuin chemistry atau apalah itu... kadang sempet berpikir apa ga normal ya kok susah suka sama cowo sih, tp akhirnya malah bersyukur karena ga mudah jatuh cinta berarti kan bisa setia nantinya....hihihihi.... atau mungin karena pernah merasakan sakit, sedih atau perasaan abstrak yg meyakitkan ketika masa yg lampau, mungkin juga bisa jadi.... tapi bukan juga kok, buktinya aku juga bisa jatuh cinta kok sekalipun pernah 'stuck' di masa lalu. tapi aku ga tau akankah dia yang menjadi jodohku
Rasullulah mengatakan ada 4 hal didalam memilih pasangan hidup pilihlah karena Harta, Jabatan Kecantikan Atau Agama, maka alangkah baiknya memilih karena agamanya....mmmmh...dien....
dien....gimana caranya memilih seseorang karena dien nya, ukuran agama seseorang diukur lewat apa, apa karena sholatnya, ibadahnya amalnya atau apa.....ah jadi bingung karena aku bukan ahli agama, bukan ahli tafsir atau sejenisnya....mmmmh.... berpikir sejenak dan aha!!!..... aku mengerti sekarang cukuplah Ridha Allah, ya cukuplah Ridha Allah untuk dia yang akan menjadi pendampingku, cukuplah jika Allah meridhainya untuk mendampingiku dan berjuang untuk melengkapi separuh dari agama ku...cukuplah Ridha Engkau ya Allah..
"Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah,maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Tak henti-hentinya aku berdoa di setiap sholatku untuknya, ya..untuk dia...agar dipermudah jalannya untuk dekat kepadaku, agar rasa kasih yang tumbuh ini dikarenakan Allah semata, agar dia dimasukkan dalam golongan orang yang sholeh, dan tak lupa aku menambahkan dibelakangnya dan jadikan aku istri yang sholeh ya Allah..... dan tumbuhkan lah rasa sayang ini untuknya, perlahan tapi pasti Insya Allah Engkau pasti akan memberikan jalan kemudahan untuk teman seperjuangan ku kelak, siapapun dia dan dimana dia sekarang...dan saya berjanji untuk menunggu dia disini.....dan mengosongkan hati ini hanya untuknya....ya ...hanya untukknya......Ridhailah kami Ya Allah....
Robbanaa hablanaa min azwaajina wa zurriyyatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa..
(Ya Allah, berikanlah pasangan dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)
